Nasional ||-Kabinet Indonesia Maju, dalam amatan saya ketika Kemenkeu melaporkan situasi pasca Evaluasi Perkembangan Pembangunan Desa dan Kelurahan tahun 2018 mengumumkan: kontributor penyumbang terbesar pendapatan negara berasal dari sektor pembangunan desa, yang menyumbang 9 koma sekian point. Hal ini membuat

Presiden Joko Widodo

melebarkan senyum karena Dana Desa yg digulirkannya sejak 2015 ke 2020 cukup efektif memberi andil bagi pertumbuhan ekonomi negara, terutama saat krisis pandemi mulai mendera awal 2020.

Kemudian Presiden kita yg tidak suka berpidato di mimbar protokoler itu menegaskan kepada semua kaki tangannya di Kementrian untuk keluar dari tradisi birokrasi yg serba kaku dan dinilainya sebagai kebiasaan yg tidak bisa dipertahankan.
Dalam argumentasinya saat hajatan di Ombudsmen pada awal tahun 2021, Jokowi mengatakan kepada publik, Indonesia butuh percepatan pembangunan dalam mencapai visi Indonesia Maju di tahun 2024. Sehingga birokrasi harus mengubah stylenya, harus efesien, harus inovatif dan pembangunan harus berorientasi pada hasil.
Nah loh, desakan orang nomor wahid itu mulai membuat beberapa anak buahnya bergeliat. Menteri Tenaga Kerja memberi pernyataan yg sedikit membingungkan. Beliau masih bingung soal regulasi berkaitan dengan Pekerja Migran Indonesia yg hingga kini skema penyalurannya masih membingungkan bliou???

Bagi saya, ini jelas menohok atau sekaligus meminta bantuan solusi kepada

Benny Rhamdani

selaku Kepala BP2MI.

Sementara itu, Kemendes PDTT melaporkan bahwa progres pendataan podes 2021 baru mencapai 0,8% dari 74 ribu lebih desa se Indonesia. Astagaaaa…. Apakah bisa kelak pada tahun 2022 ketika Epdeskel harus menghitung lagi perkembangan desa dan kelurahan yg dilakukan setiap 4 tahun sekali itu, lantas seluruh desa sudah dapat diukur pencapaiannya?
Jawaban saya: Ya, dengan sangat yakin seyakin2nya bahwa ada seseorang yg sudah kena tohokan dari Kemenaker. Dialah Si BRANI. Putra Sulut yang anaknya si Putri merepotkan saya saat berada dalam penerbangan pertama kali dengan kapal udara menuju Bali lalu meminta buang air dalam pesawat yg sedang trubulensi.???
BRANI (panggilan bagi Benny Rahmdani) mempunyai watak yang melayani. Jika saya menyapa beliau, dia langsung membalasnya dengan satu kata: Perintah?
Pejabat negara setingkat menteri itu, tidak mengubah kebiasaannya melakon sebagai hamba rakyat yg adalah junjungannya.
Mendiang isteri saya pernah terperangah ketika membaca balasan BRANI seperti itu sewaktu dirinya masih menjabat senator di senayan.
Baru-baru ini saya mengirim say hello lagi padanya ketika dia didapuk sebagai Kepala BP2MI. Seperti biasa balasannya: Perintah?
Orang ini masih seperti dulu kala tabiatnya. Dia tetap hamba bagi rakyatnya. Saya tersanjung?????
Gila benar orang ini. Dia ini yang akan menjawab semua kasatkusut dan carutmarut masalah nasional sekaligus kebingungan para rekan kerjanya di tingkat kementrian saat ini. Dia bisa menjadi pengurai masalah di Kementrian Tenaga Kerja dan Kementrian Desa.
Indonesia butuh orang seperti Jokowi dan Benny Rahmdani untuk membawa Indonesia mencapai Kemajuan sebagai suatu bangsa sampai 2024. Sesudah itu saya masi menaru harap bagi BRANI untuk membawa Indonesia ke Pintu Gerbang Kemandirian pada periode 2024/2026.
Lalu kami berbincang2 soal Strategi Akselerasi Indonesia Maju melalui Program: PMI Bekerja, Desa Membangun.
Kataku kepada hamba rakyat yang BRANI itu: Ada satu desa di Minahasa, rakyatnya bekerja di luar negeri sebagai PMI. Desa itu kini makmur, karena rakyatnya menjadi partisipator dalam mendompleng devisa. Ada juga banyak desa di utara Sulawesi Utara. Rakyatnya banyak yang menjadi pelaut. Tapi mereka sedikit mengirim uang ke desanya. Mereka mala membangun kehidupan baru di negeri orang. Sehingga desanya kurang maju.
Lalu apa perintahnya? Tanya BRANI.
Pergilah menghadap Eyang Presiden. Ceritakan saja caramu menggandeng beberapa kementrian untuk mengakselerasi kemajuan Indonesia. Jadikan Sulut Pilot Project hingga 2022. Lalu replikasikan seluruh provinsi dari 2023 ke 2024. Titik. Saya bukan raja yg suka memerintah. Saya juga pelayan seperti anda. Plisss jangan lagi minta perintah ke saya????

(Dirno Kaghoo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *