KUNINGAN//Pembangunan Gedung Masjid Nurul Iman Desa Randobawailir Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan, Jawa Barat bermasalah. Permasalahan yang dilaporkan oleh seorang warga (No Name/NN) yang tidak ingin namanya dipublikasikan itu, tergolong rumit. Pasalnya dugaan kasus ini terjadi pada tahun 2019. Sumber ini melaporkan kepada Berita Desa pada 11/02/2021 lalu melalui Nomor WA. Ia mengirimkan beberapa bukti kepada redaksi Berita Desa.

Diketahui proses pembangunan masjid Nurul Iman tersebut dilakukan dalam dua tahapan. Sumber anggarannya diperoleh dari Dana Desa. Namun kenyataannya hingga kini, pembangunan yang dilakukan dalam dua tahapan pembiayaan itu, mangkrak.

Pembangunan tahap satu dilakukan pada tahun 2018 dengan anggaran dari Dana Desa sebesar Rp 100 juta. Dan dilanjutkan dengan tahap dua pada tahun 2019 dengan anggaran Dana Desa sebesar Rp 172 Juta.

“Proyek pembangunan Gedung Masjid Nurul Iman Desa Randobawailir itu cacat hukum.Tidak ada izin diskresi Dana Desa dari Bupati. Uang diambil semua oleh Kepala Desa. Masjid dibangun dengan Dana Umat”, kata sumber NN.

“Ketua DKM tidak bisa mempertangung-jawabkan keuangan masjid. Rekening DKM kosong, malah meningalkan utang Rp 19.500.000. Ini bukti rekening bank kosong (terkirim gambar buku rekening). Konsultan mengundurkan diri karena tidak ada keterbukaan”, terang NN.

Tidak hanya itu, NN juga melaporkan kepada redaksi Berita Desa soal dugaan penyimpangan pada BUM Desa. BUM Desa pada tahun anggaran 2018/2019 yang lalu mendapatkan Penyertaan Modal sebesar Rp 78 Juta yang raib. Sementara pada tahun yang sama, ada tiga orang perangkat desa dalam keadaan kosong. NN mempertanyakan Siltapnya kemana?

Redaksi Berita Desa melakukan crosscheck informasi dari NN ini dengan menghubungi Sekretaris Desa, YS yang namanya tertera dalam beberapa dokumen. YS menjawab bahwa pembangunan masjid saat ini sedang dilanjutkan.

“Sudah lama (kasus ini) pak, pekerjaan (pembangunan masjid) sedang berjalan”, kata YS singkat melalui WA-nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *