KENDAL– Kepala Desa Caruban kecamatan Ringinarum kabupaten Kendal Diyah Tin Agustina, sampai saat ini merupakan satu-satunya kepala Desa yang mau menjalankan peraturan Bupati Kendal Nomor 46 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Aset Desa.

Peraturan Bupati tersebut berisi ketentuan bahwa pemanfaatan aset desa, seperti tanah kas Desa (TKD) yang termasuk di dalamnya eks-tanah bengkok, harus melalui mekanisme sewa, kerjasama pemanfaatan, bangun serah guna atau bangun guna serah.

Dengan disahkannya UU Nomor 6 Tahun 2014 dan PP Nomor 43 Tahun 2014 junto PP Nomor 47 Tahun 2015 junto PP 11 Tahun 2019, kepala Desa dan perangkat Desa sudah tidak punya hak kelola tanah bengkok. Pengelolaanya menjadi wewenang desa yang diatur melalui Permendagri Nomor 1 Tahun 2016. Kalau kepala Desa atau perangkat Desa mau menggarap lahan, statusnya sebagai penyewa.

Hasil pengelolaan melalui sewa itu yang dapat digunakan untuk tambahan tunjangan kepala Desa dan perangkat Desa (Pasal 100 ayat 3 PP No. 47/2015 jo. PP No. 11/2019).

Sebagai penanggungjawab pengelolaan aset Desa, Diyah Tin ingin Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat. Karenanya aset desa yang dimilikinya akan dikelola sesuai aturan.

Untuk itu, pada Jum’at (16/4/2021) desa Caruban mengadakan lelang terbuka Tanah Kas Desa yang berupa lahan pertanian. Lelang terbuka tersebut merupakan tahapan dari mekanisme sewa sebagaimana diatur dalam peraturan Bupati.

Lelang disambut antusias banyak pihak. Lebih dari 60 peserta nampak telah memadati balai desa setempat sejak pukul 20.00, dan setengah jam kemudian proses lelang dibuka.

Sunandar, sekretaris Desa Caruban mengatakan, ” Pengumuman pendaftaran sendiri sudah dibuka sejak satu minggu sebelumnya melalui media informasi desa dan kegiatan rutinan RT (rukun tetangga) yang tersebar di wilayah desa setempat”.

Selain dihadiri oleh kepala Desa, BPD, perangkat Desa dan peserta lelang, hadir pula camat Ringinarum Shobirin S.Sos dan Babinkamtibmas dari Polsek Ringinarum. Proses kegiatan lelang sendiri menggunakan sistem terbuka.

Sementara tanah kas Desa yang dilelang meliputi tanah eks-bengkok Sekdes, Kadus, Kasi Pelayanan, Kaur Umum, Kaur Keuangan, Kasi Pemerintahan, Kasi Kesra dan bengkok Kepala Desa sendiri.

Diyah Tin Agustina, yang merupakan purnawirawan polisi menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan pelelangan tanah kas desa ini.

“Alhamdulillah antusias masyarakat desa Caruban, ada kenaikan dalam pelelangan tersebut walaupun tadi agak sedikit panas, tapi alhamdulillah bisa berjalan dengan baik” ujarnya.

Ditemui usai kegiatan Diyah Tin menambahkan bahwa ia baru menjabat kurang lebih satu tahun, dan baru kali ini mekanisme sewa eks-tanah bengkok dilakukan melalui lelang terbuka. “berbeda dengan sebelumnya tidak dilakukan secara terbuka”, terangnya.

Selanjutnya ia menyampaikan, “Meskipun kita ketahui bersama bahwa saat ini masa pandemi, tapi tidak menyurutkan para petani untuk tetap mengikuti lelang”,

Ia menambahkan keterangan bahwa lahan pertanian sawah di desa Caruban sendiri biasanya ditanami tembakau, padi, maupun jagung.

“Hasil lelang ada 24 bidang, tetapi yang laku 23 bidang, masih ada satu bidang lagi”, jelasnya. Satu bidang yang yang belum laku itu karena berada di daerah banjir.

Mengenai yang belum laku tersebut, “Tadi kan harga dilepas sejuta empat ratus tapi ditawar satu juta”, imbuhnya.

“Untuk harga dasar beragam, tergantung lokasi tanah dan luas tanah kas desa yang dilelang, jumlah uang hasil lelang semuanya kurang lebih Rp. 112 juta ″, pungkasnya.

Salah satu pemenang lelang, Haji Jumar menyampaikan, “Saya dapat dua lokasi dengan nilai kisaran enam juta rupiah”.

“Akan saya tanami padi dan tembakau, tergantung pada musim hujan atau kemarau” imbuhnya.

Terobosan yang dilakukan kepala Desa Caruban ini mendapat apresiasi banyak pihak. Di samping sebagai bentuk mentaati aturan, juga untuk menjadi praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan Desa. (RA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *