KENDAL – Menyikapi perkembangan pengajuan penghasilan tetap dan tunjangan lainya yang mengalami keterlambatan, dua hari menjelang hari raya Idul Fitri perangkat Desa se-Kabupaten Kendal ingin menggelar demo pada hari Senin tanggal 10 mei 2021.

Demo akan dimulai dari terminal pasar kendal,  selanjutnya akan berjalan kaki menuju Badan Keuangan Daerah dan Kantor Bupati Kendal.

Peserta demo diperkirakan sekitar 200 orang perangkat desa, terdiri dari perwakilan perangkat desa tiap Kecamatan se-Kabupaten Kendal.

Sebagaimana diberitakan Harian7.Com, informasi tersebut disampaikan ketua PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Kabupaten Kendal Khumaidi SH di sela-sela acara buka  bersama Insan Pers Kendal dengan Kesbangpol dan Kominfo, Senin (03/05).

Menurut Khumaedi, maksud dan tujuan diadakannya demo ini adalah mengacu kepada Peraturan Bupati Kendal Nomor 5 tahun 2017, Pasal 5 ayat (2) tentang Penghasilan Tetap, Tunjangan dan Penerimaan yang sah bagi kepala Desa dan perangkat Desa diterimakan setiap bulan, namun faktanya, sampai dengan bulan Mei 2021 belum bisa dicairkan.

“Akibat dari keterlambatan itu, ada pembengkakan dari iuran BPJS kesehatan Kepala Desa dan perangkat desa, kalau ditotal bisa jutaan rupiah” terang Khumaidi

“Selain itu, Kepala Desa dan Perangkat Desa jadi tidak bisa menggunakan untuk berobat selama 3 bulan sampai sekarang,” imbuh khumaidi.

Khumaedi juga menjelaskan, kemungkinan demo bisa dilaksanakan, bisa juga batal, hal itu tergantung dari solusi yang diberikan Dispermades dalam menyikapi keinginan perangkat desa.

Menurut Ketua PPDI, bahwa pihak Dispermasdes meminta waktu beberpa hari lagi, agar bisa merumuskan dan memberi solusi terkait dengan tuntutannya.

“Pak Wahyu minta waktu beberapa hari lagi,” katanya.

“Kalau Dispermasdes meleset, ya terpaksa kita demo, nanti surat pemberitahuanya ke Polres tinggal kita serahkan lagi,” pungkas Khumaidi.(RA-03)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *