BERITA-DESA.COM|MINAHASA||Dilihat dari status kemajuan dan kemandirian desa, 13 Desa di wilayah pemerintahan Kecamatan Kakas mengalami progres cukup signifikan. Jika pada tahun 2020 terdapat 4 Desa Berkembang, 6 Desa Maju dan 3 Desa Mandiri, maka pada tahun 2021 berubah menjadi 1 Desa Berkembang, 8 Desa Maju dan 4 Desa Mandiri. Berarti terjadi penurunan status Berkembang, kenaikan status Maju dan Mandiri.

Meskipun demikian, dilihat dari tingkat pertumbuhan tahun 2020 ke 2021 terdapat  5 desa dengan pertumbuhan 0%, kemudian 4 desa dengan pertumbuhan kurang dari 3% dan 4 desa dengan pertumbuhan lebih dari 5%. Diketahui tingkat optimalisasi 5 desa dengan status sangat tidak optimal, 4 desa dengan status tidak optimal dan 4 desa dengan status optimal. Sedangkan dari tingkat akselerasi diketahui terdapat: 5 desa dengan akselerasi stagnan, 4 desa dengan akselerasi cepat, dan 4 desa dengan akselerasi lambat.  Sehingga kinerja pembangunan desa di Kecamatan Kakas diketahui terdapat 1 desa dengan kinerja tinggi, 8 desa kinerja sedang dan 5 desa kinerja rendah.

Dikaji dari Hasil Rekomendasi IDM 2021, diketahui dari dimensi kesehatan yang terdiri dari 5 indikator, terdapat 4 indikator yang tak dapat dibaca dan hanya 1 indikator terbaca, yaitu  Indikator Tingkat Kepesertaan BPJS terkait dengan Jumlah Penduduk, Jumlah warga yang terdaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan/Jaminan Kesehatan Nasional/Kartu Indonesia Sehat (KIS), dimana terdapat 10 desa terpenuhi atau optimal, 3 desa prioritas atau belum terpenuhi dan tidak ada desa super prioritas atau tidak optimal.

Pada dimensi pendidikan yang mempunyai 6 indikator seluruhnya tidak terdata. Pada dimensi modal sosial dengan 6 indikator hanya 1 indikator yakni Indikator Terdapat Kelompok Olahraga Jumlah kelompok kegiatan olahraga dimana tidak ada desa yang terpenuhi atau optimal, 3 desa prioritas (belum optimal) dan 10 desa super prioritas (tidak optimal).

Pada dimensi pemukiman terdapat 6 indikator yang seluruhnya tidak terdata. Dimensi keragaman produksi dengan 1 indikator yang tidak terdata. Dimensi perdagangan dengan 3 indikatornya, hanya 1 indikator tidak terdata, dan 2 indikator terdata. Indikator terdata tersebut adalah Indikator Akses Penduduk ke Pusat Perdagangan (Pertokoan, Pasar Permanen) Jarak ke kelompok pertokoan terdekat, dimana terdapat 7 desa terpenuhi (optimal), 1 desa prioritas (belumoptimal) dan 5 desa super prioritas (tidak optimal); kemudian satu indikator lainnya adalah Indikator Terdapat Pasar Desa, Jumlah pasar dengan bangunan permanen, Jumlah pasar dengan bangunan semi permanen, dimana terdapat 1 desa terpenuhi (optimal), 1 desa prioritas (belum terpenuhi) dan 11 desa super prioritas (tidak optimal).

Pada dimensi akses distribusi terdapat 1 indikator yaitu Indikator Terdapat Kantor Pos dan Jasa Logistik Terdapat kantor pos / pos pembantu / rumah pos / pos keliling di Desa, Terdapat pelayanan jasa ekspedisi di Desa, Terdapat pelayanan jasa ekspedisi di Desa dimana terdpat 7 desa terpenuhi (optimal), 3 desa prioritas (belum optimal) dan 3 desa super prioritas (tidak optimal). Kemudian pada dimensi akses kredit terdapat 2 indikator, 1 indikator terdata dan 1 indikator lainnya yaitu Indikator Akses Penduduk ke Kredit Terdapat Fasilitas Kredit Berupa KUR, Terdapat Fasilitas Kredit Berupa KKP-E, Terdapat Fasilitas Kredit Berupa KUK, Terdapat Fasilitas Kredit Lainnya dimana terdapat 5 desa terpenuhi (optimal), 6 desa priorotas (belum optimal) dan 2 desa super prioritas (tidak optimal). Pada dimensi lembaga ekonomi terdapat 1 indikator yaitu Indikator Terdapat Usaha Kedai makanan, Restoran, Hotel dan Penginapan Terdapat warung / kedai makanan dan minuman di Desa, Terdapat hotel / penginapan di Desa dimana tidak ada desa terpenuhi (optimal), 11 desa prioritas (belum optimal) dan 2 desa super prioritas (tidak optimal).

Pada dimensi keterbukaan wilayah dengan 3 indikator terdapat 2 indikator tak terdata dan 1 indikator terdata yaitu Indikator Terdapat Moda (Angkutan Umum, Trayek Reguler dan Jam Operasi) yakni Angkutan Umum di Desa dimana terdapat 5 desa terpenuhi (optimal), 7 desa prioritas (belum terpenuhi) dan 1 desa super prioritas (tidak terpenuhi). Pada dimensi kualitas lingkungan dengan 1 indikator yang tak terdata. Pada dimensi potensi dan tanggap bencana dengan 2 indikator, terdapat 1 indikator tak terdata dan 1 indikator terdata yakni Indikator Upaya/Tindakan terhadap Potensi Bencana Alam Terdapat Fasilitas Mitigasi Bencana Alam di Desa Berupa Peringatan Dini Bencana, Terdapat Fasilitas Mitigasi Bencana Alam di Desa Berupa Perlengkapan Keselamatan, Terdapat Fasilitas Mitigasi Bencana Alam di Desa Berupa Jalur Evakuasi, dimana terdapat 5 desa terpenuhi (optimal), 8 desa prioritas (belum optimal) dan tidak ada desa super prioritas (tidak optimal).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *