KENDAL – Kamis (17/6) desa Kalibogor Kecamatan Sukorejo melaksanakan CAT bersama dengan desa lainnya. Fenomena menarik terjadi lantaran ketiga lowongan yang tersedia tidak satupun warga desa Kalibogor yang lolos.

Hal ini membuat Agus Supriyadi Tokoh Masyarakat Desa Kalibogor mewakili masyarakat mengaku kecewa. Bahkan warga mempertanyakan akan adanya kecurangan atau permainan dari oknum yang memanfaatkan situasi.

Sebagaimana diberitakan Kedaulatan Rakyat, “Warga kami banyak yang mendaftar dan mengikuti test kami juga sudah mengadakan belajar kelompok agar familier dalam menghadapi ujian, tapi tidak satupun yang lolos, justru ketiga posisi ditempati warga desa lain, kami menduga ada konspirasi,”ujar Agus.

Warga berkeyakinan kalau soal pengetahuan warga desa yang ikut seleksi tidak kalah, namun yang bikin heran semua ada di rangking dua.

“Kami menghendaki adanya test ulang agar kami bisa menerima dengan lapang dada, kami akan meminta desa untuk melaksanakan CAT ulang di desa kami,”lanjutnya.

Kepala Desa Kalibogor Taufiqul Mujab,membenarkan jika tiga lowongan perangkat dua diantaranya terisi oleh keluarga kepala desa dari desa tetangga.

“Lowongan perangkat di desa saya Sekretaris Desa, Kaur Keuangan dan Kaur Kesejahteraan. Dua diantaranya terisi oleh kerabat kades dari desa tetangga untuk sekdes terisi oleh istri Kades Kalipakis dan untuk Kaur Keuangan putra Kades Selokaton,”ujar Mujab.

“Kecewa itu pasti, pasalnya justru warganya yang juga ikut seleksi tidak lolos, kami ada 15 pendaftar dari warga Desa Kalibogor namun peringkatnya dibawah satu tingkat dari peserta yang lolos,”lanjutnya. Pihaknya sudah memberikan dukungan penuh kepada warganya yang ikut seleksi, namun dirinya merasa janggal kenapa tidak satupun yang lolos.

Fatchullah akbar dari Komunitas Suluk Pantura pegiat pemuda Jawa tengah menyoroti hasil CAT di Kecamatan Sukorejo. Dikatakannya di Desa Kalibogor yang jadi Sekretaris Desa istri Kepala Desa Kalipakis sedangkan Kepala urusan Keuangan yang lolos anaknya Kepala Desa Selokaton.

“Saya sangat kecewa melihat hasil tes calon perangkat desa, Kami melihat bapak Bupati Kendal ini sedang giat giatnya membawa Kendal untuk maju dan berkembang baik secara infrastruktur,pengembangan SDM,Tata kelola pemerintahan namun di tingkat pemerintah desa malah masih berlaku nepotisme atau KKN,saya menduga ada permainan dari oknum,” ujar Akbar.

Menurutnya hasil ini jelas seolah menggambarkan upaya bupati dan wakil Bupati Kendal yang sedang giat giatnya memajukan Kendal justru tidak senada apa yang terjadi di pemerintah tingkat desa. Hal yang tidak lazim terjadi meskipun melalui jalur CAT.

Selain Desa Kalibogor ada beberapa desa lain yang lolos juga dari keluarga kepala desa dan perangkat. Bahkan saat ini beredar melalui media sosial ada 8 desa yang semua perangkat desa yang kosong diisi oleh keluarga kades dan perangkat dari desa yang lain.

Sementara itu Kepala Desa Kalipakis Ahmad Fauzi saat dihubungi membenarkan jika istrinya mengikuti CAT dan melamar sebagai Sekretaris Desa Kalibogor dan lolos. “Istri saya mendaftar dan mengikuti CAT tidak hanya sekali, sebelumnya dia mengikuti CAT untuk Desa Trimuluo tapi tidak lolos dan baru tahun ini bisa lolos, tidak ada kecurangan karena semua nilai tampil langsung jadi lolos tidaknya bisa langsung diketahui,”ujar Ahmad Fauzi.

Kepala Desa Pesaren Kecamatan Sukorejo Ngahadi yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Sukorejo mengatakan sejauh ini pelaksanaan CAT diawasi oleh aparat desa. “Ditempat saya yang mengisi Kaur Keuangan saudara saya dan itu murni, dia sudah tiga kali mengikuti test dan baru tahun ini lolos,”ujar Ngahadi.

Baik Ngahadi maupun Ahmad Fauzi yang lowongan perangkat terisi oleh saudara mereka karena keduanya adalah warga setempat dan semuanya adalah saudara.

Sebanyak 434 peserta calon perangkat desa mengikuti tes computer assisted test atau CAT yang diselenggarakan di kampus STIE Semarang dari 434 peserta terdiri dari tiga kecamatan dua puluh desa dengan posisi tujuh jabatan.

Lain lagi di kecamatan Brangsong, seleksi perangkat Desa diwarnai kejanggalan, nama-nama yang  menempati rangking satu tes CAT yang dilaksanakan pada Kamis (17/6) sudah beredar dua minggu sebelum pelaksanaan. Nama yang rangking satu persis sama dengan yang beredar.

Untuk tes CAT perangkat desa di kecamatan Sukorejo ini unik : Kades satu oleh lainnya seperti terasa ditelikung. Disalip di tikungan. (BHR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *