BERITA-DESA.COM-MINAHASA|| Desa Agotey Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara memiliki Skor IDM tahun 2021: 0.694 dengan status IDM Berkembang dan saat ini menjadi: 0.7425 dengan status IDM: Maju. Terjadi pertumbuhan sebesar 6,53% sehingga tergolong sebagai desa yang optimal membangun dan memiliki akselerasi pembangunan cepat dengan kinerja sedang. Target status tahun 2022: Mandiri dengan skor IDM minimal: 0.8156, sehingga dibutuhkan penambahan: 0.0731.

Di desa ini telah teridentifikasi sejumlah permasalahan penting yang dipetakan melalui variabel ketahanan sosial, yaitu: jumlah dokter tidak ada, jumlah tenaga kesehatan lainnya tidak ada, jumlah peserta BPJS/jumlah penduduk antara 0,26 s.d 0,5, jarak tempuh menuju SMU atau SMK antara 10.000,01 sampai dengan 11.999,99 meter, jumlah PKBM atau Paket ABC tidak ada, jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus tidak ada, jumlah kelompok kegiatan olahraga ada 1, jumlah kegiatan olahraga 2 sampai 3. Sinyal telepon seluler di Desa lemah, dan tidak terdapat Fasilitas Internet di Kantor Desa.

Dari hasil identifikasi kebutuhan pada variabel ketahanan sosial di atas, maka Pemerintah Desa direkomendasikan untuk melakukan kegiatan sebagai berikut: Pengadaan minimal 1 orang dokter, pengadaan tenaga kesehatan minimal 5 orang, fasilitasi kepesertaan BPJS warga Desa hingga >75%, Pembangunan SMU, Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket A B C, pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan, Penambahan minimal 8 Kelompok Olahraga, Pembangunan minimal 6 Lapangan Olahraga, fasilitasi upaya Penguatan Sinyal Telpon dan pemasangan Internet Kantor Desa.

Hasil identifikasi kebutuhan pada variabel Ketahanan Ekonomi meliputi permasalahan sebagai berikut: Total KK/jumlah pasar permanen = 0, Jumlah Kedai dan Penginapan = 0, Jumlah pos dan jasa logistik = 1, Jumlah bank dan BPR = 1, Jumlah fasilitas kredit = 1, Jumlah koperasi aktif dan BUMDESA = 1, Transportasi Umum tidak ada. Sehingga perlu dilakukan Pembangunan Pasar Permanen, Pembangunan Kedai dan Penginapan, Pembangunan/Pengadaan Jasa logistik / kantor Pos, Fasilitasi Pembangunan Bank Swasta/BPR, Penambahan 3 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya), Pembangunan 1 unit Koperasi / BUMDES, Fasilitasi Pengadaan Transportasi Umum dengan Trayek Tetap.

Hasil identifikasi kebutuhan pada variabel Ketahanan Lingkungan diketahui terdapat: Jenis bencana (longsor, banjir, kebakaran hutan) jenis bencana di desa = 1, dan Jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 1 sehingga diperlukan kegiatan Identifikasi 1 jenis bencana (longsor, banjir, kebakaran hutan) untuk penanganan pencegahan dan Pembangunan/ Pengadaan 2 Fasilitas Mitigasi Bencana sesuai karakteristik wilayah.

Simpulannya, desa ini mempunyai 19 atau 38% kegiatan dari 50 indikator yang dapat dilaksanakan pada tahun 2022 dan akan datang, atau dengan kata lain terdapat 62% pembangunan desa sudah terpenuhi sampai pada tahun 2021. Total nilai dari 19 kegiatan tersebut adalah 0.2572 sedangkan target mencapai mandiri sebesar 0.8156 sehingga diperlukan nilai 0.0731 agar bisa mandiri pada tahun 2022. Itu artinya tidak semua kegiatan yang direkomendasikan dapat dimasukan dalam dokumen perencanaan atau RKPDes 2022. Masih terdapat sejumlah kegiatan dengan nilai 0.1841 yang dapat diprogramkan sampai tahun 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *