Minsel ||-Musyawarah bersama kedua desa kakak beradik desa Lansot dan Lansot Timur yang di fasilitasi oleh Pemerintah Kecamatan yang dipimpin langsung oleh ibu camat Fibri Tumiwa SE juga dituntun Sekcam Tareran bapak Donald karundeng SE, dan dihadiri oleh pemerintah kedua desa juga, BPD dari desa Lansot dan Lansot Timur sekertaris BKAD Jantje Iroth. Kamis (18/02/2020).

Dalam hal ini membicarakan tentang tradisi atau budaya yang sudah lama dijalankan soal peristiwa duka dan batas wilayah , juga hadir panitia pemekaran desa. Kedua desa ini yang dahulunya satu yaitu desa Lansot dan pada tahun 2011 resmi dimekarkan menjadi dua desa.

Dalam hal ini ibu camat Fibri Tumiwa SE meminta agar musyawarah ini dilaksanakan secara kekeluargaan.

“Ada baiknya kita adakan musyawara secara terbuka dan kekeluargaan, agar dimana semua pihak di dalamnya dapat mengambil bagian dan agar setiap keputusan itu bisa diambil secara kesepakatan bersama.” kata Fibri

Dalam musyawarah ini juga sekdes Lansot Fritz Rumerung membacakan kembali hasil musyawarah pada bulan Januari 2011, soal tapal batas wilayah kedua desa dan pemanfaatan lahan pekuburan. Juga kesepakatan budaya/adat jikalau ada kedukaan di kedua kampung tidak ada yang bekerja dan melaksanakan pekerjaan pembangunan dan sebagainya di kedua desa tersebut.

Hukum tua pertama desa Lansot Timur meminta (bermohon) penambahan luas wilayah khusus bagian Utara desa lansot Timur.

Hukum tua Lansot Heri Sumendap menyampaikan bahawa untuk permohonan ini akan dibicarakan kembali dikarenakan kemungkinan akan ada penukaran sebagian wilayah,dan di bicarakan secara kekeluargaan.

“Khsus permohonan ini kami nanti akan duduk bersama kembali dan membahasnya secara kekeluargaan , karena kemungkinan kita akan adakan pertukaran sebagian wilayah”. kata Heri.

(Rensi)

Editor : Septian Samalang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *