Sitaro ||-Hampir pasti buah pala nalosing yang menimpa pohon pala se antero Pulau Siau membuat seluruh petani benar-benar meradang. Kali ini nalosingnya sudah pada tingkat sangat ekstrim.

Buah pala seperti diserang virus AIDS pada manusia, membuat buah yang tadinya segar bugar menjadi kering kerontang seperti gambar pada foto ini.
Nalosing versi ini pernah terjadi pada tahun 1990an. Ketika panas kemarau berlangsung cukup lama disertai hujan panas. Atau hujan pada situasi matahari tidak tertutup awan. Lalu dominasi kemarau terus menghantam pohon pala, sampai derajat suhu yang sangat tinggi.
Menurut Opa saya, hujan saat panas matahari menyengat, adalah pertanda buruk. Akan banyak kematian.
Saya pikir akan banyak orang yang meninggal dunia karena mandi dibawah air hujan panas itu. Eh ternyata bukan begitu. Kematian yg dimaksud adalah gugurnya buah pala alias gagal panen.
Saya dan Opa saya, menghadapi situasi semacam ini langsung mengambil tindakan cepat dan rutin. Itupun sedikit saja membantu. Tak terlalu banyak buah yang rusak.
Caranya, opa saya mengisi air dalam botol plastik. Penutup botol dibuat lubang kecil2 sehingga perlahan2 air menetes membasahi akar pohon.

Usaha ini hanya dapat menolong pohon dan buah pada pala remaja saja. Pada pohon pala yg sudah berusia puluhab atau ratusan tahun cara ini kurang efektif, karena asupan air yang diperlukan pohonnya lumayan besar. Mungkin pakai wadah galon atau drum lebih cocok.

(Dirno Kaghoo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *