Minsel|| Berita Desa- Talaitad, Kamis 29 April 2021  pemerintah desa melaksanakan kegiatan pengenalan dan pelatihan cara penanganan stunting.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017 menunjukkan prevalensi Balita stunting di Indonesia masih tinggi, yakni 29,6% di atas batasan yang ditetapkan WHO (20%). Tahun 2015 Indonesia tertinggi ke-2 dibawah Laos untuk jumlah anak stunting. Indonesia merupakan negara nomor empat dengan angka stunting tertinggi di dunia. Lebih kurang sebanyak 9 juta atau 37 persen balita Indonesia mengalami stunting (kerdil).

Dalam kegiatan ini hadir sebagai nara sumber Ir Murphy E.K Kuhu sebagai koordinator P3MD, TA PSD P3MD Kabupaten Minahasa selatan ibu Denisa Weku SH, Ns Only H Kadjiman S.Pd, SKep, TA perencanaan partisipatif P3MD kabupaten Minsel bpk Moody Bella. Turut mendampingi Hukum Tua Talaitad juga BPD.

Hukum Tua Talaitad beserta BPD menyampaikan banyak terima kasih kepada para narasumber yang sudah memberikan materi akan hal stunting ini,para peserta juga berterima kasih atas materi yang diterima.

” Makase para narasumber yang sudah memberikan materi sunting sehingga kami bisa mengerti apa ini stunting dan bagaimana cara mengatasinya”, Ungkap ketua BPD Talaitad Feri Rindengan MPd.K.

Hukum tua Talaitad Jouke Ngajow mengatakan, “Tujuan dilaksanakannya pelatihan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam hal Pencatatan dan Pelaporan (SIP), Pelaksanaan 5 Paket Layanan Pencegahan Stunting di Desa, Peran PAUD dalam Konvergensi Stunting”, ungkapnya. (Rensi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *