BERITA-DESA.COM-MINAHASA UTARA|| Sepuluh desa di Kecamatan Kema mempunyai kebutuhan yang relatif berbeda. Perbedaan itu diketahui setelah mengidentifikasi 50 indikator Indeks Desa Membangun (IDM) tahun 2021. Terdapat 3 varian yaitu: Ketahanan Sosial dengan 35 indikator, Ketahanan Ekonomi dengan 12 indikator dan Ketahanan Lingkungan dengan 3 indikator. Setiap indikator akan menghasilkan rekomendasi kegiatan yang dapat dilakukan oleh para pemangku pembangunan desa.

Artikel ini hendak menyajikan informasi mengenai kegiatan mana yang paling dominan diprogramkan dan kegiatan mana yang tidak lagi diprogramkan, sehingga kita dapat dengan mudah memetakan kebutuhan perencanaan pembangunan desa pada level kecamatan yang disinergikan dengan perencanaan pemerintah di level kabupaten, provinsi dan pusat. Selain itu kita juga dapat mengetahui berapa kebutuhan pembangunan desa yang sudah terpenuhi, dan akan dipenuhi (kegiatan yang dapat diprogram) di kemudian hari.

Di Kecamatan Kema, pada variabel Ketahanan Sosial diketahui 3 indikator yang paling dominan yaitu: Jumlah Tenaga kesehatan, Jumlah Kelompok Olahraga dan Jumlah Kegiatan Olahraga. Ketiga indikator itu masing-masing dengan kegiatan Pengadaan Tenaga Kesehatan, Penambahan Kelompok Olahraga dan Pembangunan Lapangan Olahraga, yang menjadi kebutuhan di semua desa. Sedangkan pada variabel Ketahanan Ekonomi diketahui indikator dominan adalah Jumlah kedai dan penginapan, Jumlah pos dan jasa logistik, Jumlah bank dan BPR, dan Jumlah fasilitas kredit, menjadi kebutuhan di semua desa. Selanjutnya pada variabel Ketahanan Lingkungan tidak semua desa dapat memprogramkan kegiatannya, tetapi ada 1 desa yang tidak lagi memprogramkan indikator 3 atau pada kegiatan pembangunan/ pengadaan fasilitas mitigasi bencana yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

Simpulannya, secara parsial titik berat kebutuhan pembangunan desa di Kecamatan Kema terletak pada variabel Ketahanan Ekonomi (58%) kemudian variabel Ketahanan Lingkungan (40%) dan variabel Ketahanan Sosial (33%). Namun secara universal, apabila dianalisis dari jumlah kegiatan yang dapat diprogram berbanding terbalik dengan total kegiatan, maka kegiatan dominan pada variabel Ketahanan Sosial (23%), kemudian variabel Ketahanan Ekonomi (14%) dan Ketahanan Lingkungan (2%).

Dengan demikian data ini memberikan informasi bahwa 40% kegiatan pembangunan desa berhasil diidentifikasikan sebagai kebutuhan dalam perencanaan pembangunan desa di Kecamatan Kema, dan 60% telah berhasil dibangun atau dilaksanakan sejauh ini. Pertanyaan selanjutnya adalah berapa persenkah yang masuk dalam RKPDes 2022?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *