BERITA-DESA.COM-MINAHASA UTARA||Pada tahun 2020 Desa Lilang mencapai skor IDM sebesar 0,6162 (berkembang) dan pada tahun 2021 berubah menjadi 0,7127 (maju) dengan pertumbuhan 13,54% sehingga dinilai optimal dengan akselerasi cepat dan kinerja tinggi. Target skor IDM 2022 sebesar 0.8156 (mandiri), sehingga diperlukan skor sebesar 0.1029.

Untuk mencapai target tersebut, maka rekomendasi dari hasil rumusan pokok pembangunan desa adalah sebagai berikut:

Pada variabel ketahanan sosial teridentifikasi serangkaian kebutuhan sebagai berikut: Jumlah Dokter Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan Min 1 org Dokter yang dapat dilaksanakan oleh DINKES. Jumlah tenaga kesehatan lainnya 1 orang sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan Nakes Min 4 Org yang dapat dilaksanakan oleh DINKES.

Jarak tempuh menuju SMU atau SMK > 12000 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan SMU yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK, PU. Jumlah PKBM atau Paket ABC Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket A B C yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK. Jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan yang dapat dilaksanakan oleh CSR, Swasta, Perorangan. Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan Desa tidak tersedia sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan PerpusDes/Taman Bacaan Mayarakat yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperpus Arsip Dinas Perpus provinsi, Dinas Perpustakaan kabupaten, DD, CSR.

Jumlah kelompok kegiatan olahraga ada 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan Min 8 Kelp Olahraga yang dapat dilaksanakan oleh DISPORA provinsi, DISPORA kabupaten, Karang Taruna. Jumlah kegiatan olahraga ada 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Lapangan Olah Raga Min 7 Unit yang dapat dilaksanakan oleh Kemepora/ Kemendes, DISPORA provinsi, DISPORA kabupaten, DD, CSR, Perorangan. Jumlah Bahasa yang digunakan sehari-hari 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Review Jumlah Bahasa yang digunakan di Desa yang dapat dilaksanakan oleh Desa.

Warga desa membuang sampah di Lubang atau di Bakar sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan TPS danTPA Sampah yang dapat dilaksanakan oleh DLH provinsi, DLH dan DKPP kabupaten, DD, CSR. Sumber air minum berasal dari Kemasan, Mata Air sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pemasangan PDAM/Air Ledeng Tanpa Meteran yang dapat dilaksanakan oleh PAMSIMAS, PU Provinsi, PU Kabupaten, DD, CSR, PDAM. Sumber air mandi dan cuci berasal dari Sumur Bor/pompa, Sumur sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pemasangan PDAM/Air Ledeng Tanpa Meteran yang dapat dilaksanakan oleh PAMSIMAS, PU Provinsi, PU Kabupaten, DD, CSR, PDAM.

Pada variabel ketahanan ekonomi teridentifikasi serangkaian kebutuhan sebagai berikut: Jumlah Industri Mikro/ Jumlah KK <0,001 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Peningkatan Jumlah Industri Mikro/UKM hingga >=0,4% jumlah KK di Desa yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM provinsi, DISPERINDAKOP UKM kabupaten, DD, CSR, Perorangan. Jarak ke kelompok pertokoan terdekat > 25 KM sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Pusat pertokoan melalui kerjasama antar desa/melayani beberapa desa yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM, Perorangan, Swasta.

(Total KK/jumlah pasar(permanen)) = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Pasar Permanen yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperind, Kemendes, DISPERINDAKOP UKM Provinsi, DISPERINDAKOP UKM Kabupaten. Jumlah Kedai dan Penginapan = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 Unit Penginapan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata provinsi, Dinas Pariwisata kabupaten, DD, Perorangan, Swasta. Jumlah pos dan jasa logistik = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Jasa Logistik dan Kantor Pos yang dapat dilaksanakan oleh BUMDES, Kantor Pos, Swasta. Jumlah bank dan BPR = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembangunan Bank Pemerintah, Swasta &/ BPR yang dapat dilaksanakan oleh Perbankan.

Jumlah fasilitas kredit = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan 4 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Kabupaten, BUMDES/ Koperasi, Bank, Swasta. Jumlah koperasi aktif dan BUMDESA = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 unit Koperasi / BUMDES (Identifikasi yang tidak ada di desa) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM kabupaten, Desa, CSR. Transportasi Umum tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Pengadaan Transportasi Umum dengan Trayek Tetap yang dilaksanakan oleh DISHUB Kabupaten.

Pada variabel ketahanan ekologi teridentifikasi serangkaian kebutuhan sebagai berikut: Fasilitas mitigasi/tanggap bencana (peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi) jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 2 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan/Pengadaan 1 Fasilitas Mitigasi Bencana Sesuai karakteristik wilayah (Kebutuhan sesuai hasil identifikasi kerawanan/potensi bencana) yang dapat dilaksanakan oleh BNPB, Kemendes, DISHUT/KPH dan BPDB Provinsi, DINSOS, DPBD dan DINSOS Kabupaten dan DD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *