BERITA-DESA.COM-MINAHASA UTARA|| Pada tahun 2020 Desa Tontaalete Rok-Rok mencapai skor IDM sebesar 0.6192 (berkembang) dan pada tahun 2021 bertambah menjadi 0.6859 (berkembang) dengan pertumbuhan 9,72% sehingga dinilai optimal dengan akselerasi cepat dan kinerja sedang. Target skor IDM 2022 sebesar 0.7073 (maju), dan diperlukan skor sebesar 0.0214.

Untuk mencapai target tersebut, maka rekomendasi dari hasil rumusan pokok pembangunan desa adalah sebagai berikut:

Pada variabel ketahanan sosial teridentifikasi serangkaian kebutuhan sebagai berikut: Jumlah Dokter Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan Min 1 org Dokter yang dapat dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jumlah tenaga kesehatan lainnya 1 orang sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan Nakes Min 4 Org yang dapat dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jarak tempuh menuju Poskesdes > 3500 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Poskesdes yang dapat dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jarak tempuh menuju SD atau MI antara > 10000 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan SD yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK Kabupaten, PU Kabupaten. Jarak tempuh menuju SMP atau MTs > 12000 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan SMP yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK dan PU Kabupaten. Jarak tempuh menuju SMU atau SMK > 12000 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan SMU yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK dan PU. Jumlah PKBM atau Paket ABC Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket A B C yang dapat dilaksanakan oleh DISDIK Kabupaten. Jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan, yang dapat dilaksanakan oleh CSR, Swasta, Perorangan. Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan Desa tidak tersedia sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan PerpusDes/Taman Bacaan Mayarakat yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperpus Arsip, Dinas Perpus Provinsi, Dinas Perpus Kabupaten, DD, CSR. Ruang Publik tidak terdapat di desa sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Ruang Publik yang dapat dilaksanakan oleh PU Kabupaten, DD. Jumlah kelompok kegiatan olahraga 2 s.d 3 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan Min 6 Kelp Olahraga yang dapat dilaksanakan oleh DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, Karang Taruna. Jumlah kegiatan olahraga ada 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Lapangan Olah Raga Min 7 Unit yang dapat dilaksanakan oleh Kemepora/ Kemendes, DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, DD, CSR, Perorangan. Jumlah Bahasa yang digunakan sehari-hari 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Review Jumlah Bahasa yang digunakan di Desa yang dapat dilaksanakan oleh Desa. Warga Desa terdapat 1 Suku sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pendataan Jumlah Suku yang ada di desa yang dapat dilaksanakan oleh Desa. Warga desa membuang sampah di Lubang atau dibakar sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan TPS danTPA Sampah oleh DLH Provinsi, DLH dan DKPP Kabupaten, DD, CSR. Sumber air minum berasal dari Sumur Bor/pompa, Sumur sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pemasangan PDAM/Air Ledeng Tanpa Meteran yang dapat dilaksanakan oleh  PAMSIMAS, PU Provinsi, PU Kabupaten, DD, CSR, PDAM.

Pada variabel ketahanan ekonomi teridentifikasi serangkaian kebutuhan sebagai berikut: Jumlah Industri Mikro/ Jumlah KK <0,001 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Peningkatan Jumlah Industri Mikro/UKM hingga >=0,4% jumlah KK di Desa yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Prov, DISPERINDAKOP UKM Kab, DD, CSR, Perorangan. (Total KK/jumlah pasar(permanen)) = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Pasar Permanen yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperind, Kemendes, DISPERINDAKOP UKM prov, DISPERINDAKOP UKM kab. Jumlah Toko dan warung kelontong = 3 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Toko dan warung kelontong 1 Unit yang dapat dilaksanakan oleh DD, Perorangan. Jumlah Kedai dan Penginapan = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 Unit Penginapan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata prov, Dinas Pariwisata kab, DD, Perorangan, Swasta. Jumlah pos dan jasa logistik = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Jasa Logistik dan Kantor Pos yang dapat dilaksanakan oleh BUMDES, Kantor Pos, Swasta. Jumlah bank dan BPR = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembangunan Bank Pemerintah, Swasta &/ BPR yang dapat dilaksanakan oleh Perbankan.Jumlah fasilitas kredit = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan 4 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM kab, BUMDES/ Koperasi, Bank, Swasta. Jumlah koperasi aktif dan BUMDESA = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 unit Koperasi / BUMDES (Identifikasi yang tidak ada di desa) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM kab, Desa, CSR. Transportasi Umum ada tanpa trayek tetap sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Transportasi Umum dengan Trayek Tetap yang dapat dilaksanakan oleh DISHUB kabupaten.

Pada variabel ketahanan ekologi teridentifikasi kebutuhan sebagai berikut: Fasilitas mitigasi/tanggap bencana (peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi) jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan/Pengadaan 2 Fasilitas Mitigasi Bencana Sesuai karakteristik wilayah (Kebutuhan sesuai hasil identifikasi kerawanan/potensi bencana) yang dapat dilaksanakan oleh BNPB, Kemendes, DISHUT/KPH, BPDB, DINSOS provinsi, DPBD, DINSOS kabupaten, DD, CSR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *