BERITA-DESA.COM-MINAHASA UTARA||Pada tahun 2020 Desa Kema Tiga mencapai skor IDM sebesar 0,6676 (berkembang) dan pada tahun 2021 skornya bertambah menjadi 0,7514 (maju) dengan pertumbuhan 11,15% sehingga disebut  optimal dengan akselerasi cepat dan kinerja tinggi. Target skor IDM 2022 sebesar 0.8156 (mandiri), sehingga diperlukan skor sebesar 0.0642.

Untuk mencapai target tersebut, maka rekomendasi dari hasil rumusan pokok pembangunan desa adalah sebagai berikut:

Pada variabel ketahanan sosial teridentifikasi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut: Jumlah Dokter Tidak ada, sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan minimal 1 orang dokter yang dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jumlah tenaga kesehatan lainnya 2 orang sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan Nakes minimal 3 orang yang dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jarak tempuh menuju Poskesdes > 3500 Meter sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Poskesdes yang dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jumlah PKBM atau Paket ABC Tidak ada sehingga perlu diprogramkan Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket ABC oleh DISDIK Kabupaten. Jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus Tidak ada sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan yang dilaksanakan oleh CSR, Swasta, Perorangan. Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan Desa tidak tersedia sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan PerpusDes/Taman Bacaan Mayarakat yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperpus Arsip, Dinas Perpus Provinsi, Dinas Perpustakaan Daerah, DD, CSR. Jumlah kelompok kegiatan olahraga 2 sampai dengan 3 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan penambahan min 6 Kelompok Olahraga yang dapat dilaksanakan oleh DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, Karang Taruna. Jumlah kegiatan olahraga ada 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Lapangan Olahraga minimal 7 unit yang dapat dilaksanakan oleh Kemepora/ Kemendes, DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, DD, CSR, Perorangan. Jumlah Jenis Agama di Desa terdapat 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pendataan Jenis Agama Penduduk Desa yang dapat dilaksanakan oleh Desa. Jumlah Bahasa yang digunakan sehari-hari 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan review Jumlah Bahasa yang digunakan di Desa yang dapat dilaksanakan oleh Desa. Warga Desa terdapat 1 Suku sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pendataan Jumlah Suku yang ada didesa yang dapat dilaksanakan oleh Desa. Warga desa membuang sampah di Lubang atau di Bakar sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan TPS danTPA Sampah yang dapat dilaksanakan oleh DLH Provinsi, DLH dan DKPP Kabupaten, DD, CSR.

Pada variabel Ketahanan Ekonomi teridentifikasi kebutuhan Jumlah Industri Mikro/ Jumlah KK <0,001 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Peningkatan Jumlah Industri Mikro/UKM hingga >=0,4% jumlah KK di Desa yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Provinsi, DISPERINDAKOP UKM Kabupaten, DD, CSR, Perorangan. (Total KK/jumlah pasar(permanen)) = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Pasar Permanen yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperind, Kemendes, DISPERINDAKOP UKM Provinsi, DISPERINDAKOP UKM Kabupaten. Jumlah Kedai dan Penginapan = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 Unit Penginapan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi, Dinas Pariwisata Kabupaten, DD, Perorangan, Swasta. Jumlah pos dan jasa logistik = 0 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan Jasa Logistik dan Kantor Pos yang dapat dilaksanakan oleh BUMDES, Kantor Pos, Swasta. Jumlah bank dan BPR = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Fasilitasi Pembangunan Bank Swasta/BPR yang dapat dilaksanakan oleh Perbankan. Jumlah fasilitas kredit = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Penambahan 3 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya) (Identifikasi kekurangan akses kredit) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Kabupaten, BUMDES/ Koperasi, Bank, Swasta. Jumlah koperasi aktif dan BUMDESA = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan 1 unit Koperasi / BUMDES (Identifikasi yang tidak ada di desa) yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Kabupaten, Desa, CSR.

Pada variael ketahanan ekologi, teridentifikasi kebutuhan fasilitas mitigasi/tanggap bencana (peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi) jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 1 sehingga perlu dilaksanakan kegiatan Pembangunan/Pengadaan 2 Fasilitas Mitigasi Bencana Sesuai karakteristik wilayah (Kebutuhan sesuai hasil identifikasi kerawanan/potensi bencana) yang dapat dilaksanakan oleh BNPB, Kemendes, DISHUT/KPH, BPDB dan DINSOS Provinsi, DPBD dan DINSOS Kabupaten, DD, CSR.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *