BERITA-DESA.COM-MINAHASA UTARA|| Pada tahun 2020 Desa Kema Dua mencapai skor IDM sebesar 0,8117 (maju) dan pada tahun 2021 tetap 0,8117 (maju) dengan pertumbuhan 0% sehingga disebut tidak optimal dengan percepatan stagnan dan kinerja sedang. Target skor IDM 2022 sebesar 0.8156 (mandiri), sehingga diperlukan skor sebesar 0.0039. Untuk mencapai target tersebut, maka rekomendasi dari hasil rumusan pokok pembangunan desa adalah sebagai berikut:

Pada variabel ketahanan sosial teridentifikasi kebutuhan sebagai berikut: jumlah tenaga kesehatan lainnya 3 s.d 4 orang sehingga perlu diprogramkan Penambahan Nakes Min 2 orang. Program ini dapat dilaksanakan oleh DINKES Kabupaten. Jumlah PKBM atau Paket ABC tidak ada sehingga perlu diprogramkan Pelaksanaan Kegiatan PKBM/Kejar Paket ABC. Program ini dapat dilaksanakan oleh DISDIK Kabupaten. Jumlah Pusat Keterampilan atau Kursus Tidak ada sehingga perlu diprogramkan Pengadaan Tempat Kursus/Pelatihan.Program ini dapat dilaksanakan oleh CSR, Swasta, Perorangan. Taman Bacaan Masyarakat atau perpustakaan Desa tidak tersedia sehingga perlu diprogramkan Pembangunan PerpusDes/Taman Bacaan Mayarakat. Program ini dapat dilaksanakan oleh Kemenperpus Arsip, Dinas Perpus Provinsi, Dinas Perpus Kabupaten, DD, CSR. Jumlah kelompok kegiatan olahraga antara 4 s.d 5 sehingga perlu diprogramkan Penambahan minimal 4 Kelompok Olahraga. Program ini dapat dilaksanakan oleh DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, Karang Taruna. Jumlah kegiatan olahraga 2 s.d 3 sehingga perlu diprogramkan Pembangunan minimal 6 Lapangan Olahraga. Program ini dapat dilaksanakan oleh Kemepora/ Kemendes, DISPORA Provinsi, DISPORA Kabupaten, DD, CSR, Perorangan. Tidak terdapat atau belum ada Fasilitas Internet di Kantor Desa sehingga perlu diprogramkan Pemasangan Internet Kantor Desa. Program ini dapat dilaksanakan oleh Kominfo/ Kemendes, Desa, CSR. Warga desa membuang sampah di Lubang atau dibakar sehingga perlu diprogramkan Pembangunan TPS danTPA Sampah oleh DLH Provinsi, DLH Kabupaten, DKPP Kabupaten, DD, CSR.

Pada variabel Ketahanan Sosial teridentifikasi Total KK/ jumlah pasar permanen = 0, sehingga perlu adanya kegiatan Pembangunan Pasar Permanen yang dapat dilaksanakan oleh Kemenperind, Kemendes, DISPERINDAKOP UKM Provinsi, DISPERINDAKOP UKM Kabupaten. Jumlah Kedai dan Penginapan = 1 sehingga perlu adanya kegiatan Pembangunan 1 Unit Penginapan yang dapat dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi, Dinas Pariwisata Kabupaten, DD, Perorangan, Swasta. Jumlah pos dan jasa logistik = 0 sehingga perlu adanya kegiatan Pembangunan Jasa Logistik dan Kantor Pos yang dapat dilaksanakan oleh BUMDES, Kantor Pos, Swasta. Jumlah bank dan BPR = 0 sehingga perlu adanya kegiatan Fasilitasi Pembangunan Bank Pemerintah, Swasta &/ BPR yang dapat dilaksanakan oleh Perbankan. Jumlah fasilitas kredit = 2 sehingga perlu adanya kegiatan penambahan 2 jenis Fasilitas Kredit (KUR/KKPE/KUK/Kredit lainnya) karena teridentifikasi kekurangan akses kredit yang dapat dilaksanakan oleh DISPERINDAKOP UKM Kabupaten, BUMDES/ Koperasi, Bank, Swasta.

Pada variabel Ketahanan Lingkungan teridentifikasi kebutuhan-kebutuhan sebagai berikut: Pencemaran (air, udara, tanah, limbah disungai) di desa (jumlah pencemaran/4) = 0,25 sehingga perlu adanya kegiatan Identifikasi dan Penanganan 1 Jenis Pencemaran (air, udara, tanah, limbah disungai) di desa, yang dapat dilaksanakan oleh DLH Provinsi, DLH dan DINKES Kabupaten. Fasilitas mitigasi/tanggap bencana (peringatan dini bencana alam, peringatan dini tsunami, perlengkapan keselamatan, jalur evakuasi) jumlah fasilitas mitigasi / tanggap bencana = 2 sehingga perlu adanya kegiatan Pembangunan/Pengadaan 1 Fasilitas Mitigasi Bencana Sesuai karakteristik wilayah (Kebutuhan sesuai hasil identifikasi kerawanan/potensi bencana) yang dapat dilaksanakan oleh BNPB, Kemendes, DISHUT/KPH Provinsi, BPDB dan DINSOS Provinsi, DPBD dan DINSOS Kabupaten, DD, CSR.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *