KENDAL – Tes seleksi perangkat desa di kecamatan Ngampel kabupaten Kendal mendapat perhatian banyak pihak. Seleksi dilaksanakan oleh empat desa bekerjasama dengan pihak ketiga, 1 desa dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah; 3 desa lainnya dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang.

Sejumlah peserta menemukan banyak kejanggalan dalam pelaksanaan tes berbasis komputer (CAT) yang diselenggarakan oleh pihak ketiga STIE Semarang di kampus yang berlokasi di Sampangan, Rabu (10/2/2021) .

Athourrokhman, peserta tes untuk formasi Kaur Keuangan desa Kebonagung mengatakan tidak masalah dirinya tidak lolos tes. Hanya saja, setelah melihat hasil nilai dan adanya beberapa keanehan, pihaknya mengaku kecewa.

“Saya merasa sudah mengerjakan semua soal tes, tapi di layar pengumuman hasil nilai, ternyata ada soal yang belum dikerjakan. Saya baru tau ada yang mantau layar monitoring, ternyata nilai saya berkurang,” terangnya.

Selanjutnya, banyak soal yang tidak ada jawabannya. “Contohnya ada soal, berapa kali musyawarah desa dilaksanakan? Jawabannya: setiap 1 bulan, setiap 2 bulan, setiap 3 bulan, setiap 4 bulan. Musyawarah apa?” tanyanya sambil menerangkan bahwa ada banyak jenis musyawarah Desa.

Pengakuan lain yang lebih mengejutkan disampaikan Muhammad In’am. Peserta untuk formasi sekretaris Desa Winong ini baru tahu setelah melihat rekaman video dari layar monitoring yang direkam orang lain.

“Dari rekaman itu, nilai saya sempat berkurang. Ternyata tidak cuma saya, juga terjadi pada beberapa peserta lain”, ungkapnya. Yang lebih aneh lagi, imbuhnya, “nama yang lolos di peringkat teratas sama dengan yang sudah beredar di masyarakat.”

Menurutnya, sebelum tes dilaksanakan sudah ramai desas-desus peserta yang nantinya lolos karena diduga ada kedekatan dengan pihak tertentu.

“Soal itu sudah ada yang unggah di media sosial. Nama yang peringkat satu, sama dengan nama yang sudah dilingkari. Nama itu sudah diupload sebelum tes, ternyata hasilnya sama. Kalau kebetulan, ternyata kecocokan itu tdk hanya untuk satu formasi”, ungkapnya.

Seperti diketahui, satu hari sebelum tes seleksi, seorang perempuan dengan nama Noura Putri, dalam akun Facebook mengunggah tangkapan layar yang berisi dokumen nama-nama peserta tes CAT di STIE Semarang. Terdapat nama-nama yang dilingkari, dan nama tersebut yang kemudian terbukti peringkat satu.

Soal peserta yang masuk ke ruangan bebas memilih komputer, In’am membenarkan. Namun hal itu tidak jaminan, karena idi-user peserta sudah disiapkan sebelum peserta masuk ruangan tes.

“Memang benar peserta bebas milih komputer, masuk diminta buat pasword dulu. Tapi ID user peserta sudah ada, kapan buatnya, isi user apa, kalau orang IT mungkin paham. Ini kalau kita bicara berbagai kemungkinan. Kalau mau tau persis, minta server CAT dibuka semua”, imbuhnya.

Sebelumnya, pihak STIE selaku pelaksana CAT untuk desa Kebonagung (2 formasi), Dempelrejo (2 formasi) dan Winong (1 formasi) mengatakan tes dilaksanakan secara transparan. “Peserta sebelum masuk ke ruangan bebas memilih komputer. Hasil nilai peserta langsung ditayangkan di layar monitor yang bisa disaksikan umum.
Nilai yang ditampilkan real time. Setiap jawaban yang diinput peserta langsung terupdate dan datanya bergerak. Jadi semua murni yang dikerjakan peserta”, terang Jefri Heridiyansah, tim Asessor STIE Semarang.

Sementara untuk CAT yang dilaksanakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP), satuan kerja di bawah Kemendikbud, nyaris tidak ada suara miring. Salah satu peserta yang tidak lolos pun mengaku menerima.

“Saya tidak lolos. Tapi saya terima. Memang itu lah hasilnya. Selamat buat yang lolos. Semoga bisa amanah”, tutur Masrokhid, peserta tes sekretaris desa Banyuurip yang dilaksanakan LPMP.

Tes seleksi perangkat Desa di kabupaten Kendal dengan sistem CAT sudah beberapa kali dilaksanakan. Dimulai tahun 2017 dengan seleksi serentak 540 formasi jabatan dengan LPMP sebagai pihak Ketiga. Seleksi tersebut dinilai sukses, dan tercatat bersih dari praktik suap.

Selanjutnya, untuk seleksi tahun 2018 beberapa Desa mulai melibatan STIE Semarang sebagai pihak Ketiga dalam pelaksanaan tes CAT. Sejak saat itu mulai muncul suara minor atas proses seleksi. Beredar banyak dugaan miring. (RA-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *