SEMARANG – Kamis (17/6) tiga desa di kecamatan Brangsong kabupaten Kendal di Jawa Tengah, melaksanakan seleksi perangkat Desa guna mengisi kekosongan di desa tersebut. Tiga desa tersebut adalah : Tosari, Kertomulyo dan Purwokerto.

Mengacu Peraturan Bupati Kendal Nomor 51 Tahun 2017, Tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Kendal Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Tatacara Pengangkatan Dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kabupaten Kendal, materi ujian sebagai berikut :

a.Tes Kompetisi Dasar /tes potensi akademis yang meliputi materi Pancasila, UUD 1945, Bahasa Indonesia, Pemerintahan Desa dan Pengetahuan Umum dengan bobot penilaian sebesar 70%( tujuh puluh per seratus).
b. Tes Kompetisi bidang dengan bobot penilaian sebesar 30% (tiga puluh per seratus)
c. Untuk Kasi Pelayanan Ada Tes Praktek sesuai dengan Tugas Kasi Pelayanan.

Tes menggunakan CAT dan dilakukan oleh STIE Semarang sebagai pihak Ketiga.

Diberitakan oleh sebuah media online, kepala STIE Semarang Dr. Stefanus Sunarto M.Si  menyatakan :” kami dari STIE tidak ada yang bermain, jika ada panitia atau dari pihak STIE yang ketahuan bermain di tes CAT Tahun ini, akan saya pecat.” tegas ketua STIE.

Pernyataan itu disampaikan St. Soenarto yang didampingi ketua tim pelaksana, Jefri Heridiansyah SG SE MM.

Sebagaimana diketahui tes CAT sebelumnya di kecamatan Ngampel menuai masalah. Tengara kecurangan ditujukan ke pelaksana, karena nama-nama yang lulus ranking satu CAT, dua hari sebelumnya sudah beredar di media.

Sama persis dengan di Ngampel; peristiwa yang sama juga terjadi lagi dalam pelaksanaan CAT di kecamatan Brangsong. Nama-nama yang beredar dua minggu yang lalu di media, juga muncul sebagai ranking satu di CAT yang diadakan di kampus STIE Semarang tersebut.

Dua minggu yang lalu, muncul sebuah status di facebook yang memperediksi nama-nama jawara pemenang pada seleksi pengisian Perangkat Desa lewat CAT di Kecamatan Brangsong.

Akun FB Shintia Rahma, pada tanggal 5 Juni 2021 di group FB WOKE itu, menyajikan data nama-nama yang akan muncul sebagai pemenang rangking satu tes perangkat Desa. Ia berkeluh kesah dan bertanya kepada pihak penyelenggara;  “untuk apa ada test, kalau pemenangnya sudah bisa ditebak, kasihan peserta lainya.?”

Nama-nama yang di jagokan akan muncul sebagai pemenang sebagaimana yang tertulis di akun tersebut adalah :

1. Desa Kertomulyo jawaranya adalah Hasbullah (Kaur Keuangan),

2. Desa Tosari Pemenangnya Isnaini Nurul Huda (Kasi Pemerintahan).

3. Desa Purwokerto, Pemenangnya Dian Annur (Kadus).

Untuk membuktikan kebenaran dari predeksi akun tersebut, wartawan mencoba menghubungi masing-masing Kepala Desa yang untuk konfirmasi, terkait siapa diantara para peserta seleksi yang ranking satu usai ujian dilaksanakan. Inilah hasilnya :

“Yang mendapatkan nilai tertinggi mas Hasbullah,” terang Nashoka Kades Kertomulyo. Cocok dengan yang dutulis Shintia.

“Untuk Kasie Pemerintahan, Isnaini Nurul Huda mas,” Jawab Wawan, Sekdes Tosari.

“Untuk Kasie Pelayanan, nilai tertinggi desa Purwokerto adalah Nafik, tapi saat ini dia masih mengikuti ujian praktek, adapun untuk Kadus ujian Akan dilaksanakan habis Maghrib,” jelas Kades Purwokerto Prastyo.

Sedangkan untuk Kadus Purwokerto yang ranking satu : Dhiyan Annur. Sama persis dengan yang ditulis Shintia.

Sementara itu, Camat Brangsong Bambang DP menjawab belum tau hasilnya karena memang ujian seleksi masih berjalan.

“Maaf pak. Saya belum tahu. Belum selesai tesnya. Info dari Panitia Desa ada jadwal tes nanti malam,” kata Camat Bambang by phone.

Prediksi akun Shinta Rahma seratus persen benar. Tengara curang tes CAT yang kesekian kali ini jadi pembicaraan warga Kendal.

Bagaimana tindakan yang akan diambil doktor St. Soenarto?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *