KENDAL – Pemerintah Desa Cepiring, Kecamatan Cepiring, melakukan langkah positif dalam hal pengembangan usaha. Dalam waktu dekat Pemdes Cepiring akan membangun komplek pertokoan yang lokasinya berada di sebelah selatan Koramil Cepiring.  Pertokoan tersebut dibangun di atas eks tanah bengkok, yang statusnya saat ini jadi Tanah Kas Desa.

Kades Cepiring, Ayek Achmad ditemui di kantornya Jumat (4/6) mengatakan, pembangunan pertokoan atau tepatnha komplek kios yang jumlahnya 40 unit itu, bertujuan untuk meningkatkan PAD desa. ‘’Kios itu nantinya akan disewakan kepada masyarakat,’’ katanya.

Ditambahkan, sebelumnya dilokasi itu memang sudah ada bangunan kios ala kadarnya, sehingga terkesan kumuh dan sering ada kemacetan lalu lintas karena lokasinya di tepi jalan. Menurut Ayek, sebelumnya pihak desa sudah melakukan sosialisasi akan dipindahkan pedagang yang ada sekitar 30 pedagang ada di lokasi itu.

Sebagian dari mereka mensetujui program dari desa dan kini telah dilakukan tahap pengurukan. Dalam waktu tiga hingga empat bulan, pembangunan diperkirakan telah selesai. Dalam rangka pemanfaatan tanah eks bengkok tersebut phaknya bekerja sama dengan pihak ketiga sebagai pengembang.

Pemanfaafan eks tanah bengkok tersebut akan mampu meningkatkan PADes, yang selanjutnya dananya akan digunakan untuk pemdes dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Disamping itu, lokasi tersebut nantinya juga akan dijadikan ruang publik. Dengan dibangunnya kios, juga akan menambah keindahan dan sekaligus mengurangi kemacetan. ‘’Saat ini kondisinya memang semrawut,’’ ujar Kades Cepiring. (BHK).

2 thoughts on “Untuk Meningkatkan PADes, Pemdes Cepiring Manfaatkan Tanah Bengkok untuk Pertokoan”
  1. Niat yang baik diimbangi dengan perencanaan yang baik serta pelaksanaan yang baik.
    Namun sayang, rembugkan tidak ada, panitia tidak ada, bagi hasil tidak diatur, kita tunggu etikad baiknya.

  2. CEPIRING BUSINES CENTER

    Intinya Program ini Sangat bagus untuk Cepiring yang akan datang…cuma ada Beberapa catatan :
    1. Perlu perencanaan yang Ok..dengan melibatkan beberapa pihak, BPD, Bumdes, perangkat desa, pedagang di sepanjang lokasi tersebut.
    2. Sosialisasi ke masyarakat luas, toh pemdes sudah punya Akun FB dll.
    3. Masyarakat perlu tahu, siapa investornya, apa hak dan kewajibannya, apa keuntungannya untuk warga cepiring wabil khusus yg sudah kadung sewa atau beli lapak di sepanjang lahan itu. Meskipun bukan tanah haknya, (menurut info dulu beli lapaknya juga ke oknum perangkat desa, boleh di cek kok), jadi rakyat kecil ga jadi korban😂.
    4. Perlu kejelasan dokumen2 seperti : surat tugas dari PTPN untuk penggusuran lapak, daftar hadir dan notulen rapat tentang kesepakatan penggusuran, daftar hadir dan notulen rapat dengan BPD, RT, atau rapat dinas di internal pemdes.
    5. Perlu kejelasan, status tanah itu, hijau atau kuning atau ?🔥
    6. Perlu perhatikan dampak lingkungan hidup. Perlu di kaji dulu lah, jangan sampe habis di bangun, pas hujan deras, aliran air dari selatan tidak ke utara, malah ke selatan, jadi merugikan wilayah RW 2.
    6. Pelaksana program ini siapa BUMDES, Kades, atau siapa sepertinya belum jelas, termasuk AD/ARTnya. Sempat saya tanyakan pak Sekdes dan bendahara desa juga tidak tahu. Jagani, kalo ada apa2, semua tertuang di aturan main.
    7. Tanah ini meskipun aset desa, tapi termasuk tanah yang di kelola sebagai bengkok pak Sekdes, berarti dapat bagian dong? Hehe😀😀 berapa % dan lain lain perlu di atur.

    Karena pada prinsipnya programnya bagus…dan harus kita dukung…tp caranya yang perlu bareng2 di benahi dan transparan…🔥🔥🔥

    Salam sehat selalu❤️❤️❤️
    Semoga cepiring tambah jaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *